Jose Mourinho memang menakutkan, terlebih lagi Diego Milito. Keputusan Mourinho untuk meletakkan Milito sendirian di lini depan dan strateginya bermain bertahan berbuah manis. Inter menundukkan Bayern Muenchen, 2-0 dalam final Liga Champion, Minggu (23/5) dini hari WIB, di Santiago Bernabeu. Kedua tim mengincar gelar juara Liga Champion ini sebagai gelar ketiga mereka di musim ini. Bayern sebelumnya telah menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal, sementara Inter berhasil merebut Coppa Italia dan mempertahankan Scudetto kelima kali berturut-turut musim ini. Pertandingan final ini sarat akan memori masa lalu. Kembalinya striker Muenchen, Arjen Robben, dan gelandang Inter, Wesley Sneijder, ke bekas markas mereka di musim lalu untuk saling bertempur, serta pertemuan antara junior dan senior, Jose Mourinho dan Louis van Gaal, di mana keduanya pernah bekerja sama saat menangani Barcelona pada 1997-2000, menjadi bumbu pertempuran di antara kedua tim juara ini. Jose Mourinho memang berniat memainkan sepak bola bertahan dalam pertandingan final ini. Pelatih Portugal itu hanya meletakkan seorang Diego Milito di lini depan Nerazzurri. Di belakang Milito, berdiri tiga orang gelandang serang, yakni Samuel Eto’o, Wesley Sneijder, dan Goran Pandev. Keputusan Mourinho tidak sedikitpun meleset. Diego Milito berhasil membuktikan ketajamannya dan memenuhi kepercayaan sang pelatih. Milito berhasil mengoyakkan gawang Jorg Butt di menit ke-34. Memanfaatkan bola dari Julio Cesar, Milito yang menerima bola itu menyundul ke arah Sneijder. Dengan sigap pemain asal Belanda itu menerima dan mengirimkan kembali sebuah terobosan kepada Milito yang berlari cepat ke dalam kotak penalti lawan dan menjebol gawang Muenchen. Menit ke-41, Inter hampir memperbesar keunggulan dengan kombinasi apik antara Sneijder dan Milito. Sneijder kembali mengirimkan sebuah terobosan ke sisi kiri lapangan di mana Milito berlari cepat mengejar bola. Milito kemudian memberikan sebuah terobosan ke tengah kotak penalti yang kemudian disambut oleh Sneijder yang berlari dari belakang. Namun sayang, tendangan keras Sneijder masih dapat dimentahkan oleh Jorg Butt. Milito membuktikan dirinya sangat berbahaya. Menit ke-70, pemain asal Argentina itu berhasil menerima umpan Samuel Eto’o di lapangan tengah dan memaksimalkannya melalui penetrasi hingga kotak penalti. Akhirnya striker haus gol ini kembali menjebol gawang jawara Jerman itu untuk kedua kalinya. Hingga akhir pertandingan, skor 2-0 tidak berubah. Inter keluar sebagai juara Liga Champion untuk pertama kalinya sejak 45 tahun lalu. Juara Italia ini terakhir menjuarai kompetisi ini pada 1965, dan ini merupakan gelar Liga Champion ketiga mereka sepanjang sejarah di bawah rezim Moratti senior maupun junior. Dua gelar Liga Champion sebelumnya diperoleh I Nerazzurri saat dipegang oleh Angelo Moratti sebagai presiden klub, dan saat ini di bawah kepemimpinan sang anak, Massimo Moratti, Inter kembali menorehkan prestasi di kancah Eropa. Mourinho akhirnya mewujudkan misinya untuk mempersembahkan gelar Eropa ini pada Moratti sekaligus mencetak treble di musim ini. Gelar ini merupakan gelar Champion kedua The Special One, setelah sebelumnya ia berhasil meraih gelar tersebut bersama FC Porto 2004 silam. ***** Susunan Pemain Bayern Munchen: Jorg Butt; Daniel Van Buyten, Martin Gaston Demichelis, Holger Badstuber, Philipp Lahm; Bastian Schweinsteiger, Mark Van Bommel, Hamit Altintop (63′ Miroslav Klose), Arjen Robben; Thomas Muller, Ivica Olic (74′ Mario Gomez). Skema: 4-4-2 Inter Milan: Julio Cesar; Walter Samuel, Lucio, Cristian Chivu (68′ Dejan Stankovic), Maicon; Esteban Cambiasso, Javier Zanetti, Goran Wesley Sneijder: Pandev (79′ Sulley Muntari), Samuel Eto’o, Alberto Diego Milito (90′ Marco Materazzi). Skema: 4-2-1-3 Stadion: Santiago Bernabeu Wasit: Howard Webb




Nice info gan..jangan lupa mampir ya^^